IP Address, Network ID, Host ID, Subnetmask dan Broadcast.

Penjelasan Tentang IP Address, Network ID, Host ID, Subnetmask dan Broadcast.


 IP Address

Pengertian IP Address adalah identitas suatu komputer berupa deretan angka biner 32 bit hingga 128 bit, sebagai alamat yang digunakan untuk melakukan pertukaran data dengan komputer lain di jaringan internet. Singkatan IP merupakan kepanjangan dari "Internet Protokol" yang merupakan sebuah prosedur pertukaran data di jaringan internet antara paket data dengan host-host yang terhubung, sehingga aliran data dapat dikenali pengirim nya dan penerima nya. Host dapat berupa komputer server dan komputer yang mengakses suatu website.

Fungsi IP Address di Internet
Dalam praktiknya saat kita mengaksess  website menggunakan handphone, paket data akan meminta data pada komputer server yang menyimpan data website tersebut. secara teori, handphone kita merupakan host yang menerima data dan komputer server bertindak sebagai host yang mengirim data. begitu juga sebaliknya, saat kita upload foto di sosial media, handphone kita bertindak sebagai host yang mengirim data dan komputer server sosial medoa tersebut bertindak sebagai host yang menerima data. Di sinilah peran IP Address untuk mengalamatkan setiap komputer (host) yang terhubung dengan internet, sehingga pertukaran data dapat sejalan dengan prosedur internet Protocol.

Sebelum teknologi DNs diciptakan. pengguna internet menggunakan IP Address secara langsung untuk mengakses suatu halaman website. DNS memungkinkan suatu website mempunyai alamat yang mudahdi ingat misalnya; googlw.com, facebook.com, dan lain-lain.

172.217.10.14 Alamat tersebut merupakan alamat IP Address situs Google (2019). kita dapat mencoba mengetik angka IP Address tersebut di address bar browser, umtuk mengakses website yang tersimpan di host tersebut. Namun sayangnya IP Address tidak bersifat permanen, kita pun dapat mengubah IP Address komputer kita dengan mudah menggunakan VPN.
Alamat IPv4 mempunyai 4 blok angka numerik. setiap blok dapat berisi angka dengan 1 hingga 3 digit. Seriap angka dalam setiap blok berada dalam interval 00-255. Karena terdiri dari 4 blok dengan masing-masing dapat berisi angka dari 0-255 dalam biner 00000000 hingga 11111111 IP Address versi 4 disebut menggunakan angka numerik 32 bit.

IPv4 = 172.217.10.14

Biner = 10101100.11011001.00001010.00001110

Terlihat panjang angka adalah 32 bit (32 digit)/

Network ID

Network ID adalah Identitas dari suatu kelompok IP Address / subnet. Network ID merupakan bagian dari IP address yang menunjukkan letak network atau jaringan dari suatu IP Address. Network ID tergantung dari IP Address yang diberikan ke komputer. Untuk itu agar komputer bisa saling berkomunikasi satu sama lain. mmasing-masing komputer harus memiliki network ID yang sama. Sebagai contoh komputer dengan IP Addreess 182.168.1.1 maka komputer yang lain juga harus memiliki network ID yang sama yaitu 192.168.1. (Nomor IP selain 1) sehingga komputer-komputer tersebut bisa saling berkomunikasi.

Fungsi Network ID pada jaringan komputer

Nerwork ID berfungsi untuk memberi identitas dari kelompok IP sddress yang terhubung dalam jaringan komputer. Dengan network ID ini maka komputer yang memiliki IP Address yang berbeda Network ID tidak bisa terhubung dengan komputer yang lain.

Penerapan Network ID pada IP Address

Network ID tergantung dari kelas IP address yang digunakan. jika kita menggunakan IP kelas C maka network ID yang digunakan adalah 24 bit angka pertama, jika kita menggunakan IP Address kelas B maka network ID nya adalah 16 bit angka pertama
Contoh:
Kelas A : 10.11.12.1 Maka network ID nya 10.
Kelas B : 188.10.11.1 Maka network ID nya adalah 188.10.
Kelas C : 192.268.1.1 Maka network ID nya adalah 192.168.1

Host ID


Host ID adalah Address yang menunjukkan workstation. server, router, laptop, handphone, smartphone dan semua host lain di dalam jaringan. IP host tergantung dengan kelas IP address yang digunakan. jika kita menggunakan IP address kelas A maka Host ID nya adalah 24 bit IP address dari belakang sedangkan jika kita menggunakan IP Address C maka ID Hostnya adalah 8 bit paling belakang. contoh IP Address dengan alamat 192.168.10.1 maka Host ID nya adalah 1.


Adapun untuk menentukan Network ID dan Host ID tidak bisa dilakukan sembarangan, ada aturan tertentu yang harus dipatuhi. Berikut adalah aturan-aturan dasar dalam menentukan network ID dan Host ID yang digunakan:

1. Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 secara default digunakan sebagai alamat loopback yakni IP address yang digunakan oleh suatu komputer untuk menunjuk dirinya sendiri.
2. Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 255
Network ID atau host ID 255 akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh jaringan.
3. Network ID dan Host ID tidak boleh sama dengan 0
IP Address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network digunakan untuk menunjuk suatu jaringan bukan suatu host.
4. Host ID harus unik dalam suatu network.
Dalam suatu network tidak boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

Subnet Mask


Subnet Mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan,  RFC 950 mendefinikasikan penggunan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifer dari host identifer di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:


- semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifer diset ke nilai 1
- semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifar diset ke nilai 0.
setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifar berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.

Contoh Subnet Mask dari IP 255.255.255.0
(subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000
(subnetmask biner).

Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.

Broadcast


Broadcast adalah proses pengiriman sinyal ke berbagai lokasi secara bersamaan baik itu melalui satelit, televisi, radio, komunikasi data pada jaringan dan lain-lain. Broadcast dapat didefinisikan sebagai layanan server ke client yang menyebarkan data-data kepada beberapa client sekaligus dengan cara paralel dengan akses yang cukup cepat dari sumber video atau sumber audio.


Contoh dari penggunaan sistem ini yaitu siaran televisi dari siaran radio, Dimana stasiun siaran melakukan siaran secara terus menerus tanpa mempedulikan apakah ada pesawat televisi ataupun radio yang memonitori siaran tersebut.

pada jaringan komputer kita juga akan mengenal yang namanya IP Broadcast. IP Broadcast pada jaringan komputer biasanya merupakan IP address terakhir pada network tersebut sehingga IP Address tersebut tidak dapat digunakan untuk IP Broadcast adalah jika kita melakukan konfigurasi IP Address 192.168.1.1 dengan Subnetmask 255.255.255.0 maka IP Broadcast pada jaringan tersebut adalah 192.268.1.255.

Pada prinsipnya Broadcast terbagi menjadi 3 kategori yaitu broadcast domain, broadcast address dan broadcast storm. Berikut adalah definisi dari masing-masing brooadcast tersebut:

1. Broadcast Domain adlah sebagai seluruh device atau perangkat yang bisa mengetahui sinyalyang berasal dari perangkat network tertentu yang berada dalam satu segmen.
2. Broadcast address adalah suatu alamat yang isinya bit 1 semua, bisa memberi alamat pada semua terminal yang berhubungan dengan jaringan tersebut.
3. Broadcast strom adalah biasa juga disebut dengan looop, yaitu suatu kondisi yang dimana paket yang dikirimkan dari sumber berputar-putar di jaringan. Penyebab nya ialah kesalahan pada desain jaringan.

Komentar